MCS Stock Market News - SELASA, 24 Desember 2024
GEMS: Suntik Modal Rp 416.65 Miliar ke Anak Usaha TKS, Perkuat Struktur Keuangan
PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), bagian dari Grup Sinarmas, meningkatkan modal anak usahanya, PT Trisula Kencana Sakti (TKS), sebesar Rp416.65 miliar pada 20 Desember 2024. Modal dasar TKS naik menjadi 900,000 lembar saham dengan nilai nominal Rp450 miliar dari sebelumnya 800,000 lembar senilai Rp400 miliar. Tambahan modal ini sepenuhnya berasal dari kas internal GEMS dan bertujuan untuk memperkuat struktur keuangan serta mendukung operasional tambang yang dijalankan oleh TKS. Saat ini, GEMS memiliki 99.99% saham di TKS. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas TKS dan mendukung pertumbuhan kinerja GEMS secara keseluruhan di tengah permintaan batu bara global yang stabil.
ESSA: Bentuk Dua Anak Usaha Baru untuk Perkuat Operasional
PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) membentuk dua anak perusahaan, PT ESSA SAF Makmur (ESM) dan PT ESSA Sustainable Indonesia (ESI), dengan modal disetor masing-masing Rp10 miliar. Adapun ESM bergerak di industri kimia dasar organik, dimiliki oleh ESSA (62%), PT Cakra Sentosa Pertiwi (19%), PT Samudera Abadi Fortuna (18%), dan Pieter Tanuri (1%). Sedangkan ESI bergerak di konsultasi manajemen, dimiliki oleh ESSA (99.9%) dan PT ESSA Chemicals Indonesia (0,01%). Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga keberlangsungan usaha perusahaan yang berfokus pada pemurnian, pengolahan gas bumi, LPG, dan amonia.
TOWR: Bagikan Dividen Interim Rp 300.22 Miliar
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2024 sebesar Rp300.22 miliar atau Rp6 per saham, setelah mendapat persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris pada 23 Desember 2024. Jadwal pembagian dividen meliputi cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Januari 2025, ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 7 Januari 2025, dan pembayaran dividen pada 22 Januari 2025. Keputusan ini didukung oleh kinerja keuangan per 30 September 2024, dengan laba bersih entitas induk sebesar Rp2.45 triliun, saldo laba ditahan Rp18.23 triliun, dan total ekuitas Rp18.27 triliun.
IMAS: Benarkan Rencana Merger Honda-Nissan, Tantangan Baru di Industri Otomotif
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS), distributor Nissan di Indonesia, mengonfirmasi rencana merger antara Honda dan Nissan. Meskipun belum ada pembicaraan resmi dengan Nissan Global terkait hal ini, IMAS menyatakan bahwa aksi korporasi ini sedang dipertimbangkan oleh kedua perusahaan. IMAS juga tengah menggandeng merek China dan Eropa serta mengembangkan model mobil listrik. Rencana merger Honda dan Nissan bertujuan untuk menguatkan posisi mereka dalam menghadapi persaingan global, khususnya dengan Toyota. Jika merger ini berhasil, akan menjadi yang terbesar dalam industri otomotif sejak penggabungan Fiat Chrysler dan PSA pada 2021. Namun, nilai gabungan keduanya masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan Toyota, yang saat ini mendominasi pasar otomotif global
© Mega Capital Sekuritas