Profil Syekh Gibril Fouad Haddad
(diperbarui tgl. 19 Agustus 2026)
Syekh Gibril Fouad Haddad disebut dalam edisi perdana *The 500 Most Influential Muslims in the World* sebagai *“salah satu tokoh yang paling lantang menyuarakan Islam tradisional di Barat.”* Beliau lahir di Beirut, Lebanon, menempuh pendidikan di sana; di Inggris (sebagai seorang Old King’s Scholar (OKS); di Amerika Serikat (tempat beliau mengucapkan syahadat pada Desember 1991), Prancis, dan Suriah. Beliau meraih gelar doktor dalam bidang Hadis dari Kolej Universiti Insaniah, Kedah Darul Aman, Malaysia, serta gelar Ph.D. dalam sastra Prancis dari Columbia University di New York.
Beliau memperoleh *ijāzah* dari lebih dari 200 syekh, di antaranya Dr. Nur al-Din ʿItr, Dr. Muhammad ʿAlawi al-Maliki, Syekh Saʿid al-Kaḥil, Syekh Sulayman Ghawji al-Albani, Syekh Muhammad Taysir al-Makhzumi, Qadi Muhammad Murshid Abidin, Syekh Husayn ʿUsayran, Syekh Salim Hammami, dan banyak lainnya. Pada tahun 2017, beliau meraih *Shaykh Hamad Award for Translation and International Understanding* dari Negara Qatar untuk karya *Ḥizb One of the Commentary on the Qur’an by al-Bayḍāwī*. Beliau menyelesaikan karya tersebut ketika menjalani masa jabatan selama tiga tahun sebagai *Senior Assistant Professor* di Universiti Brunei Darussalam. Pada tahun berikutnya, beliau meninggalkan dunia akademik untuk menyelesaikan karya yang kemudian menjadi *Baydawi’s Complete Commentary of the Quran*, yang disebut sebagai terjemahan integral pertama—dalam bahasa apa pun—atas kitab tafsir yang paling banyak dipelajari dalam peradaban Islam.
Beliau telah menulis *50 buku dan ratusan artikel* mengenai hermeneutika Islam, akidah, Hadis, tasawuf, biografi ulama, dan heresiologi, di antaranya *The Four Imams and Their Schools* (diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dan Melayu), *The Muhammadan Light* (diterjemahkan ke dalam bahasa Bengali dan Indonesia), serta karya-karya terbaru berikut:
* *The Meanings of the Inimitable Quran*, terjemahan integral pertama Al-Qur’an ke dalam bahasa Inggris yang mendokumentasikan *sepuluh qirā’āt atau bacaan kanonik yang ditransmisikan secara mutawatir*, sesuai dengan standar keilmuan tertinggi.
* *Baydawi’s Complete Commentary of the Quran*, yang saat ini sedang dalam proses pengindeksan dan, insyaallah, akan diterbitkan pada tahun 2027 dalam *delapan jilid*, dengan total 3.600 halaman dan lebih dari 14.000 catatan kaki.
* *The Sufi Answers to the ‘Salafi’ Calumnies*, yang membahas tawassul (menggunakan perantara dan syafaat kepada Allah), tabarruk (memperoleh keberkahan dari orang-orang saleh dan peninggalan yang suci), ziyārah (menziarahi makam orang-orang saleh), kashf (penyingkapan spiritual), dan berbagai persoalan lainnya.
* *The Lights of Guidance*, terjemahan dalam dua jilid, setebal 1.000 halaman, atas lebih dari 200 suhbah yang disampaikan dalam bahasa Arab oleh Syekh Nazim al-Haqqani di Lebanon pada akhir 1970-an dan awal 1980-an.
* *Musnad of Ahl al-Bayt*, kompilasi asli Arab-Inggris yang memuat *40 hadis dengan sanad lengkap* dari Nabi ﷺ, yang diriwayatkan melalui 40 keturunan beliau yang hidup sezaman, bersumber dari 40 kitab hadis.
* Terjemahan bahasa Inggris beranotasi dari karya al-Nabhani, *The Prophet’s Knowledge of the Unseen*, yang memuat lebih dari *700 hadis yang didokumentasikan secara lengkap*.
* Tinjauan bio-bibliografis mengenai sejarah doktrin Sunni berjudul *The Maturidi School from Abu Hanifa to al-Kawthari*, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Bosnia.
* Kajian mengenai Hadis, Sīrah, dan ḥudūd (hukuman yang ditetapkan oleh syariat) berjudul *The Incineration of Persons in Jihad, Criminal Penalties and Reprisals: A Critique of ISIS’s Argument in Light of the Sources*, yang peluncurannya diberitakan oleh televisi nasional Malaysia.