Phillip Sekuritas Indonesia JCI Indication (September 8, 2026)… — Phillip Sekuritas Indonesia Research — TG.ME

Phillip Sekuritas Indonesia

JCI Indication (September 8, 2026)
Bearish
Support: 6,480; Resistance: 6,760


Indeks saham di Asia Selasa pagi (8/9) mayoritas dibuka melemah setelah indeks saham di Eropa semalam berakhir beragam (mixed) dengan FTSE 100 dan DAX naik sementara CAC 40 turun. Pasar saham di AS tutup merayakan hari linur nasional Labor Day.

Kenaikan harga minyak mentah, konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian politik di Eropa telah meningkatkan rasa cemas di kalangan investor.

Harga minyak mentah jenis Brent semalam naik ke level USD97 per barel, tertinggi dalam tujuh minggu terakhir setelah melonjak hampir 8% sepanjang minggu lalu.

Di tengah lonjakan harga pangan dan bahan energi yang terjadi di mana-mana, bank sentral kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga, sehingga rilis data Inflasi (CPI) AS pekan ini menjadi sorotan utama investor.

Bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 2.5% pada hari Kamis.

Di pasar kontrak berjangka (Futures), para pelaku pasar memperkirakan adanya kenaikan suku bunga lanjutan menjadi 2.75% di bulan Desember.

Demikian pula, pasar memperhitungkan adanya 75% peluang bank sentral Jeoang atau Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps dalam pertemuan tanggal 18 September, serta kemungkinan sebesar 60% untuk langkah lanjutan di bulan Desember.

Bagi bank sentral AS (Federal Reserve), data ketenagakerjaan (Non-Farm Payrolls) yang pekan lalu keluar melampaui ekspektasi dengan penambahan tenaga kerja sebanyak 162.000 di bulan Agustus, telah membuat pasar memperhitungkan adanya 58% peluang untuk kenaikan suku bunga saat pertemuan tanggal 16 September, serta 70% peluang untuk langkah serupa di bulan Oktober.

Dari Asia, investor pagi ini mencerna rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan yang mengkonfirmasi nahwa ekonomi negara itu tumbuh 3.7% Y/Y di 2Q26, sesuai dengan estimasi awal namun melambat dari 3.8% Y/Y di 1Q26 yang juga merupakan laju pertumbuhan tercepat sejak 4Q21.

Laju pertumbuhan melambat pada Konsumsi swasta (rumah tangga), belanja Pemerintah dan perdagangan internasional (Ekspor-Impor) sementara Investasi tumbuh dengan laju yang lebih cepat


News

PT J Resources Asia Tbk (PSAB) akan membagikan dividen interim sebesar IDR 793.8 miliar.

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) telah menyiapkan belanja modal (capex) sebesar IDR 2.2 triliun untuk tahun 2026.

PT Elnusa (Persero) Tbk (ELSA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 29.2% menjadi IDR 435 miliar di semester I 2026.


Technical Recommendations (Swing Trading)

HMSP
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 745
Target Price 1 : 770 (+3.36%)
Target Price 2 : 785 (+5.37%)
Stop Loss : 720 (-3.36%)

MDIA (Sharia): Highly Volatile Stock
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 232
Target Price 1 : 278 (+19.83%)
Target Price 2 : 304 (+31.03%)
Stop Loss : 191 (-17.67%)


Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.
September 8, 2026 564