📩Phillip Sekuritas Indonesia📩
Market Review September 8, 2026
Indeks saham di Asia Selasa sore (8/9) ditutup turun seiring memanasnya konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah.
Gelombang serangan kelompok militant Houthi terhadap fasilitas minyak dan utilitas di wilayah selatan Arab Saudi telah meningkatkan eskalasi konflik yang kembali berkobar antara Arab Saudi, sekutu penting AS dan kelompok pemberontak yang didukung Iran di Yaman.
Dari sisi ekonomi, investor mencerna rilis data ekonomi dari Korea Selatan, Jeoang dan Tiongkok.
Data Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa ekonomi negara itu tumbuh 3.7% Y/Y di 2Q26, sesuai dengan estimasi awal namun melambat dari 3.8% Y/Y di 1Q26 yang juga merupakan laju pertumbuhan tercepat sejak 4Q21.
Laju pertumbuhan melambat pada Konsumsi Swasta (Rumah Tangga), Belanja Pemerintah dan Perdagangan Internasional (Ekspor-Impor) sementara Investasi tumbuh dengan laju yang lebih cepat
Di Jepang, ekonomi tumbuh 1.4% Y/Y di 1Q26, revisi naik dari estimasi awal maupun perkiraan pasar yang berada di 1.1% Y/Y.
Ini menandai ekspansi selama tiga kuartal beruntun yang didukung oleh peningkatan belanja pemerintah serta kontribusi positif dari perdagangan neto, seiring dengan naiknya nilai ekspor dan turunnya nilai impor.
Pada saat yang sama, Konsumsi Swasta masih lesu karena terbebani berlanjutnya tekanan inflasi, yang diperparah oleh tingginya harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah. Belanja modal juga tetap lemah, memberikan kontribusi negatif selama dua kuartal berturut-turut.
Di Tiongkok, Surplus Neraca Perdagangan melebar menjadi USD119,09 miliar di bulan Agustus, naik dari USD101,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya dan sesuai dengan perkiraan pasar.
Ekspor melonjak 25.0% Y/Y menjadi USD401.44 miliar, didorong oleh kuatnya permintaan terhadap semikonduktor dan produk berteknologi tinggi lainnya, serta mobil buatan Tiongkok. Sementara itu, Impor melonjak 28.2% Y/Y lebih cepat dari 27.5% Y/Y pada bulan Juli.
Ekspor Tiongkok ke AS lompat 34.4% Y/Y menjelang pertemuan antara kedua pemimpin negara tersebut di akhir bulan ini.
Sepanjang 8M26, surplus Neraca Perdagangan Tiongkok mencapai USD805,51 miliar, dengan ekspor dan impor masing-masing naik 19.3% dan 27.0%, sehingga menempatkan angka surplus Neraca Perdagangan berada di di jalur yang tepat untuk melampaui USD1 triliun untuk tahun kedua.
September 8, 2026 530 1