Phillip Sekuritas IndonesiašŸ“© Market Review September 2, 2026 Indeks… — Phillip Sekuritas Indonesia Research — TG.ME

šŸ“©Phillip Sekuritas IndonesiašŸ“©
Market Review September 2, 2026
 
Indeks saham di Asia Rabu sore (2/9) ditutup turun setelah serangan udara terbaru AS terhadap Iran mendorong harga minyak mentah ke level tertinggi dalam lima minggu dan mengangkat imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasuries) bertenor 10 tahun ke tingkat tertinggi dalam hampir tiga tahun, sehingga memperpanjang aksi jual di pasar obligasi global.
 
Tingginya inflasi dan meningkatnya beban utang Pemerintah AS juga turut mendorong kenaikan yield US Treasuries karena investor menuntut yield lebih tinggi akibat meningkatnya risiko.
Di pasar obligasi Asia, yield surat utang Pemerintah Jepang (JGB) bertenor 10 tahun naik 2 bps menjadi 3.02%, tertinggi sejak 1996.
 
Dari sisi ekonomi, bank sentral Selandia Baru atau Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2.75%, sesuai dengan perkiraan pasar. Pernyataan RBNZ yang bernada lunak (dovish) meredam ekspektasi mengenai pengetatan kebijakan lebih lanjut.
 
Inflasi Korea Selatan naik 3.1% Y/Y di bulan Agustus, akselerasi dari kenaikan 2.8% Y/Y di bulan sebelumnya dan semakin menjauhi target 2% Bank of Korea (BOK) namun masih di bawah ekspektasi pasar, 3.2% Y/Y.
 
Sementara itu, inflasi inti melonjak tajam menjadi 3.4% Y/Y, tertinggi sejak bulan Mei 2023, dari 2.6% Y/Y.
 
Ekonomi Australia tumbuh 0.4% Q/Q di 2Q26, lebih cepat dari dari pertumbuhan 0.3% Q/Q di kuartal sebelumnya yang juga tercatat sebagai laju pertumbuhan paling lambat dalam setahun.
Pertumbuhan didukung oleh adanya permintaan swasta (yang sebagian dipenuhi melalui peningkatan impor) serta ekspor pertambangan yang lebih kuat, terbantu oleh turunnya persediaan.
 
Konsumsi rumah tangga terus meningkat meskipun ketegangan di Timur Tengah membatasi penggunaan bahan bakar. Sementara itu, belanja pemerintah kembali meningkat.
Secara tahunan (Year-on-Year), ekonomi Australia tumbuh 2.1%, melambat dari 2.5% di 1Q26, paling lambat dalam tiga kuartal namun masih di atas angka consensus, 1.8%
 
 
šŸ“Œ Statistik 
IHSG: 6,595.776 | -4.167 poin | (-0.06%)  
Volume (Shares) : 64.402 Billion 
Total Value (IDR) :16.826 Trillion
Market Cap (IDR) : 11,550.317 Trillion
Saham naik : 282
Saham turun: 321
 
šŸ“Š Sektor Penekan (Bloomberg)
Basic Material : -9.743
Energy         : -4.436
Industrial     : -0.962
 
Top Gainers:
DCII :200,050 | +7850 | +4.08%
PTSP :1,415 | +280 | +24.67%
JARR :3,340 | +280 | +9.15%
SMAR :6,875 | +225 | +3.38%
PGUN :9,950 | +300 | +3.11%
 
Top Losers:
MGLV :10,775 | -725 | -6.30%
UNTR :25,050 | -525 | -2.05%
BYAN :13,700 | -350 | -2.49%
EMAS :8,500 | -300 | -3.41%
MLBI :6,600 | -300 | -4.35%
 
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.  
Melalui Zoom Webinar:  https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.
September 2, 2026 810 2