Phillip Sekuritas Indonesia JCI Indication (September 1, 2026)… — Phillip Sekuritas Indonesia Research — TG.ME

Phillip Sekuritas Indonesia

JCI Indication (September 1, 2026)
Bearish
Support: 6,380; Resistance: 6,720

Indeks saham di Asia Selasa pagi (1/9) dibuka melemah, mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall Street semalam setelah militer AS menyerang Iran untuk pertama kali dalam beberapa minggu terakhir sehingga memicu lonjakan harga minyak mentah dan memperkuat ekspektasi bank sengral AS (Federal Reserve) menaikkan suku bunga di bulan September.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury note) bertenor 10 tahun naik lebih dari 2 bps menjadi 4.75%, tertinggi sejak tanggak 15 Januari 2025.

Konflik antara AS dan Iran yang masih berlangsung telah menjadi faktor utama yang terus memicu kekhawatiran mengenai inflasi.

Pada hari Jumat, ketua Federal Reerve Kevin Warsh menyampaikan pidato di Jackson Hole, Wyoming, dengan menyatakan bahwa laju inflasi AS masih terlalu tinggi dan bank sentral masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Sebagai respon, para pelaku pasar kontrak berjangka (Futures) merevisi peluang Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps di pertemuan mereka tanggal 16 September menjadi 62%, naik dari sekitar 40% seminggu sebelumnya.

Selain Federal Reserve, bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) juga akan melakukan pertemuan kebijakan di pertengahan bulan September ini sehingga berpotensi meningkatkan volatilitas di pasar saham global.

Dari Asia, investor pagi ini mencerna rilis data Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) dari Jepang, Korea Selatan, Tiongkok dan Indonesia.

Perhitungan akhir (Final) data S&P Global Manufacturing PMI Jepang di revisis turun ke level 54.9 di bulan Agustus dari estimasi awal 55.1, sedikit lebih rendah dari level 54.5 di bulan sebelumnya dan memperpanjang ekspansi di sektor manufaktur menjadi delapan bulan beruntun.

Data S&P Global Manufacturing PMI Korea Selatan turun ke level 52.3 di bulan Agustus dari level 53.1 di bulan Juli, mengindikasikan laju ekspansi sektor manufaktur yang moderat namun masih berada di atas rata-rata.

Data RatingDog Manufacturing PMI Tiongkok naik ke level 51.5 di bulan Agustus dari level terendah dalam empat bulan, 50.9 di bulan sebelumnya.

Data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia merosot ke level 49.8 di bulan Agustus dari level tertinggi dalam lima bulan, 50.2 di bulan Juli, mencerminkan sedikit penurunan kondisi di sektor manufaktur.


News

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 471% menjadi IDR 228.25 miliar di semester I 2026.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 217.61% menjadi IDR 2.65 triliun di semester I 2026.

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 41.53% menjadi IDR 1 triliun di semester I 2026.


Technical Recommendations (Swing Trading)

AGII (Sharia)
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 2940
Target Price 1 : 3160 (+7.48%)
Target Price 2 : 3340
Stop Loss : 2750 (-6.46%)

EXCL (Sharia)
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 2790
Target Price 1 : 2930 (+5.02%)
Target Price 2 : 3020
Stop Loss : 2660 (-4.66%)

Sell on Strength (SoS)

OASA: August 24, 2026
Hit Target 1 348 (+6.75%)



Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.
September 1, 2026 479