KEAJAIBAN PENGAKUAN
Sedikit cerita nyata yang saya alami hari ini.
Sekian waktu ini saya merasa dikhianati oleh teman yang selama ini saya percaya. Yang saya rasakan lebih ke patah hati (bukan percintaan karena ini teman wanita).
Patah hati karena saya tulus menyayanginya, dan selalu ingin membantu juga membahagiakannya.
Tapi di belakang ternyata dia mengkhianati dan menjatuhkan saya.
Saya memilih tidak konfrontasi ke dia, tapi memilih diam menyelam ke dalam diri, mencoba mengakui bahwa penyebab kejadian ini adalah file di dalam diri saya sendiri.
Saya fokus meminta ampunan Tuhan dan berterimakasih Tuhan sudah menunjukkan file dalam diri saya itu melalui kejadian itu.
Sambil saya terus menarik energi saya kembali dari dia.
Dan hari ini Tuhan tunjukkan janjiNya.
Dia mendadak hadirkan orang tersebut pada saya, dan memeluk saya. Sepertinya menyesal. Saya merasakan itu.
Ini pola.
Apapun kejadian buruk yang menimpamu.
Jangan responsif, jangan impulsif, jangan menyalahkan siapapun.
Hadapi rasa sakit di hatimu dengan diam.
Diam untuk menenangkan diri.
Agar bisa jernih mengakui sepenuh hati bahwa akar penyebab kejadian buruk itu adalah file di dalam diri kita sendiri.
Kemudian fokus minta ampunan Tuhan atas adanya file di dalam diri tersebut, lalu berterimakasih pada Tuhan sudah menunjukkan file tersebut melalui kejadian buruk yang nyata tersebut.
Selanjutnya berserah pada Tuhan sepenuhnya, tidak meminta apapun.
Dan lihat, janji Tuhan akan nyata.
Tuhan akan perbaiki situasi buruk tersebut dengan sebaik-baiknya tanpa merepotkan kita sama sekali.
Tahu-tahu situasi seperti ditata kembali olehNya dengan caraNya yang sering diluar dugaan kita.
Mudah-mudahan pengalaman saya ini bermanfaat bagi siapa saja yang tergerak menggunakan pola yang sama juga dalam menyikapi apapun kejadian buruk di hidupnya.
Love u all,
Vivit Yun