Hari ini, Perdana Menteri Kamboja sekaligus Ketua Komite Khusus Pemberantasan Penipuan Online, Hun Manet, mengunjungi Provinsi Koh Kong untuk meninjau langsung perkembangan operasi khusus pemberantasan penipuan online.
Berdasarkan data terbaru yang diumumkan secara resmi, sejak Juli 2025 hingga 31 Agustus 2026, aparat Kamboja telah menggeledah 663 lokasi yang terkait dengan aktivitas penipuan, menggerebek dan mengendalikan 86 kompleks penipuan online berskala besar, serta menahan hampir 30.000 tersangka dari 39 negara dan wilayah. Selain itu, lebih dari 22.000 warga asing telah dideportasi.ntasan dan menindak tegas aktivitas tersebut, termasuk menutup segala bentuk perjudian online ilegal.
Polisi juga membekukan dana di rekening bank yang terkait kasus tersebut dengan nilai lebih dari 300 juta dolar AS, serta melimpahkan 446 kasus dengan total 3.927 terdakwa ke pengadilan. Pada saat yang sama, aparat penegak hukum juga mengambil tindakan tegas terhadap kasino yang terlibat dalam aktivitas penipuan, dengan 18 izin kasino dicabut dan 9 lainnya ditangguhkan.
Komite Khusus menyatakan bahwa saat ini Kamboja sudah tidak lagi memiliki kompleks penipuan online besar yang beroperasi secara terpusat. Namun, sisa-sisa kelompok tersebut kini diduga mulai berpencar dan beroperasi secara tersembunyi di rumah kontrakan, hotel, maupun kendaraan bergerak.
Polisi akan terus melakukan pembera
BERITA KAMBOJA INDONESIA:t.me/llu699
Admin : @BERITAqifei



