Media Laos melaporkan pada 2 September bahwa pada 25–27 Agustus, Kepolisian Provinsi Oudomxay bersama kepolisian distrik setempat melakukan operasi serentak di 3 lokasi di Distrik Muang Houn dan Pak Beng. Dalam operasi tersebut, 52 orang yang diduga terlibat dalam perjudian online dan penipuan online ditangkap.
Para tersangka berasal dari 6 negara, yaitu 25 warga negara Tiongkok, 17 warga negara Vietnam, 7 warga negara Laos, serta masing-masing 1 warga negara Malaysia, Myanmar, dan Turki.
Polisi menyita 27 komputer desktop, 1 laptop, 21 telepon seluler, serta 3 perangkat jaringan satelit Starlink.
Berdasarkan penyelidikan, kelompok tersebut sebelumnya beraktivitas di Kawasan Ekonomi Khusus Segitiga Emas, Provinsi Bokeo, kemudian mulai dipindahkan secara bertahap ke Provinsi Oudomxay pada awal Agustus. Sebagian anggota berangkat dari Huay Xai menggunakan perahu menyusuri Sungai Mekong menuju Distrik Pak Beng, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kendaraan ke Distrik Houn untuk bersembunyi.
Kelompok tersebut menyewa 16 kamar/rumah di Desa Na Hong, Distrik Houn, dengan total biaya sewa sekitar 100 juta kip Laos per bulan atau sekitar 4.450 dolar AS. Kelompok ini memiliki 5 orang yang diduga sebagai pimpinan, yang bertugas mengatur personel, transportasi, tempat tinggal, serta kebutuhan sehari-hari. Kelima orang tersebut disebut bernama Chen Gui, Li Yi, Li Jie, Zhong Jianyong yang berkewarganegaraan Tiongkok, serta Chen Gaoyong yang berkewarganegaraan Turki. (Nama-nama tersebut merupakan transliterasi.)
Lokasi tersebut mulai digunakan pada 17 Agustus dan baru beroperasi selama 8 hari sebelum digerebek polisi pada 25 Agustus.
Saat ini, Kepolisian Provinsi Oudomxay masih melacak pihak yang diduga menjadi pengorganisasi utama serta orang-orang lain yang terlibat. Polisi juga melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap peralatan yang disita dan aliran dana yang terkait dengan kelompok tersebut.
BERITA KAMBOJA INDONESIA:t.me/llu699
Admin : @BERITAqifei



