Banjir besar melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet dalam beberapa hari terakhir. Hingga saat ini, bencana tersebut dilaporkan telah menyebabkan 750 orang meninggal dunia dan 3.044 orang masih dinyatakan hilang. Hujan yang terus mengguyur menyebabkan permukaan air sungai meningkat, sehingga tim penyelamat terpaksa berpindah ke lokasi yang lebih tinggi. Demikian dilaporkan Reuters.
Sejak Jumat, operasi penyelamatan beberapa kali terpaksa dihentikan akibat cuaca buruk. Selain itu, ketinggian air sungai terus meningkat sehingga tim penyelamat khawatir terjadi banjir bandang susulan.ang yang hilang tersebut, 261 orang merupakan warga negara asing dari 23 negara. Di antaranya terdapat 104 warga Nepal, 49 warga India, 33 warga Latvia, 18 warga Amerika Serikat, dan 15 warga Inggris.
Menurut penilaian Palang Merah, sekitar 90.000 orang terdampak akibat banjir dan tanah longsor tersebut. Pihak Tiongkok menyatakan bahwa bencana ini berkaitan dengan perubahan iklim.
Pada 30 Agustus, otoritas Nepal menyatakan bahwa 734 orang telah meninggal dunia, 2.498 orang masih hilang, dan 7.514 orang berhasil diselamatkan.
Sementara itu, di wilayah Tibet, Tiongkok, hingga malam 29 Agustus tercatat 16 orang meninggal dunia dan 546 orang masih hilang.
Dari 546 or
BERITA KAMBOJA INDONESIA:t.me/llu699
Admin : @BERITAqifei



