Bagi Vidi Aldiano, sakit yang ia rasakan justru menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah. Ia pernah bercerita, justru saat sakit itulah ia mulai lebih serius menjaga shalat. Bahkan dalam sujudnya, ia bisa menangis begitu lama… seolah sedang berbicara sangat dekat dengan Rabb-nya.
Dan kini…
Vidi telah pergi.
Ia meninggal pada usia 35 tahun, setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya sejak 2019.
Usia yang bagi banyak orang masih terasa sangat muda.
Masih banyak mimpi.
Masih banyak rencana.
Masih banyak yang ingin dilakukan.
Namun kematian tidak pernah menunggu tua.
Hari ini kita mendengar kabar duka tentangnya.
Besok… bisa saja kabar itu tentang kita.
Sakit yang ia alami mungkin adalah cara Allah memanggilnya perlahan.
Menguatkan hatinya.
Membersihkan dosanya.
Mendekatkannya kepada sujud yang penuh air mata.
Betapa sering kita merasa sehat… tapi justru jauh dari sajadah.
Betapa sering kita sibuk dengan dunia… tapi lupa bahwa hidup ini hanya sebentar.
Vidi mengajarkan satu hal tanpa banyak kata:
Kadang ujian adalah cara Allah menarik hamba-Nya kembali.
Kini suaranya mungkin telah berhenti di dunia.
Tapi sujud terakhirnya… tangis dalam doanya…
semoga menjadi saksi di hadapan Allah.
Karena pada akhirnya, yang kita bawa pulang bukanlah popularitas, bukan harta, bukan pujian manusia.
Yang ikut bersama kita ke liang lahat hanyalah amal dan doa
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa almarhum Vidi Aldiano, menerima amalnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Dan semoga kabar ini juga menjadi pengingat bagi kita semua:
Kita pun sedang berjalan menuju kematian… hanya saja belum tahu tanggalnya 😭
@penggemar berat
Follow Kak Oksa
Channel TELEGRAM : t.me/kak_oksa
Telegram
CAKO -- Catatan Kak Oksa
Tulisan berupa inspirasi islami, motivasi islami, bahas yang viral, dll, ditulis langsung oleh Kak Oksa

7March 8, 2026 335