Daily News 31/8/2026* *Rangkuman berita hari ini:* * The Fed… — I-Club Channel (INSTING Club Channel) — TG.ME

*Daily News 31/8/2026*

*Rangkuman berita hari ini:*
* The Fed prioritaskan inflasi, ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat
* AS kuasai lebih dari 65 M barel cadangan minyak Venezuela
* AS serang peluncur roket Iran di Selat Hormuz
* Pemerintah izinkan eksportir tambang tempatkan DHE SDA di bank non-Himbara
* Pemerintah rancang BLU untuk pasokan batu bara dan gas pembangkit
* Smelter nikel China kaji pangkas produksi MHP hingga 30%
* BBRI 6M26: laba bersih +17% YoY
* ASII siapkan tender sukarela saham AUTO Rp858 M
* ANTM 6M26: laba bersih +36% YoY
* AADI 6M26: laba bersih +10% YoY
* Pemegang saham tambah IMPC Rp16 M
* Wakil Direktur Utama GOTO ajukan pengunduran diri
* ADRO 6M26: laba bersih +77% YoY
* JSMR 6M26: laba bersih +2% YoY
* KOTA right issue Rp4,95 T, potensi dilusi 90,46%
* BDMN 7M26: laba bersih +18% YoY
* ARTO 7M26: laba bersih +51% YoY
* Direktur jual TAPG Rp1,7 M
* Pemegang saham tambah 6,86% VKTR Rp300 M
* DPUM tunda penawaran tender wajib usai kebakaran pabrik
* MK batalkan pasal penghinaan pemerintah dan lembaga negara

===

* Bloomberg melaporkan bahwa Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam pertemuan Jackson Hole pada Jumat (28/8), menegaskan pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas utama, dengan target inflasi 2% yang tidak berubah. Warsh menilai inflasi belum melambat secara signifikan dan kondisi keuangan belum cukup membatasi aktivitas ekonomi, sehingga meningkatkan ekspektasi kenaikan Fed Rate menjelang pertemuan 15–16 September 2026. (Bloomberg)

* Bloomberg melaporkan bahwa AS mencapai kesepakatan dengan Venezuela untuk menguasai >65 miliar barel cadangan minyak melalui kemitraan dengan perusahaan swasta. Perusahaan patungan tersebut akan memperoleh konsesi 100 tahun atas 17 ladang minyak, sementara Chevron dan perusahaan energi AS lainnya tengah membahas ekspansi terpisah di Venezuela. Rincian tambahan mengenai struktur dan pelaksanaan transaksi belum diumumkan. (Bloomberg)

* Bloomberg melaporkan bahwa militer AS menyerang peluncur roket Iran yang tengah dipersiapkan untuk mengirim ranjau laut ke Selat Hormuz, menjadi serangan pertama AS terhadap Iran dalam lebih dari satu bulan. AS menegaskan akan terus memantau situasi dan siap menjaga kelancaran pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. (Bloomberg)

* Pemerintah mengizinkan eksportir tambang menempatkan DHE SDA di bank non-Himbara dengan kewajiban minimum 30% selama tiga bulan. Fasilitas berlaku bagi perusahaan tambang berbentuk PT dengan kepemilikan investor dari AS, China, Hong Kong, Australia, atau Kanada minimum 10%. Penempatan dapat dilakukan pada 10 bank devisa non-BUMN dan berlaku untuk Pemberitahuan Pabean Ekspor mulai 1 September 2026. (Bisnis)

* Pemerintah tengah merancang pembentukan Badan Layanan Umum sektor energi melalui Peraturan Presiden untuk menjamin ketersediaan batu bara dan gas bumi bagi pembangkit listrik dengan harga terjangkau. Berdasarkan rancangan aturan yang beredar, badan tersebut akan bertugas mencari, membeli, dan menyalurkan batu bara serta gas bumi untuk kebutuhan listrik masyarakat. Kebijakan ini masih dalam tahap penyusunan dan belum ditetapkan secara resmi. (CNBC Indonesia)

* Bloomberg melaporkan bahwa sejumlah smelter nikel di Indonesia yang dikendalikan perusahaan China, termasuk Tsingshan, GEM, Lygend Resources, dan Zhejiang Huayou Cobalt, tengah membahas pemangkasan produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) hingga sekitar 30%. Rencana tersebut dipertimbangkan akibat tekanan profitabilitas dari rendahnya harga nikel, kenaikan harga bijih dan sulfur, serta perubahan kebijakan kuota tambang dan ekspor komoditas. Sampai saat ini, belum terdapat kesepakatan final. (Bloomberg)

* *BBRI: PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)* mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,4 triliun pada 2Q26 (-1% QoQ; +22% YoY), sehingga laba bersih selama 6M26 menjadi Rp30,9 triliun (+17% YoY). Kinerja tersebut sejalan dengan ekspektasi Mansek dan konsensus, mencapai 51–53% dari estimasi FY26F. Hasil ini terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan operasional. PPOP pada 6M26 naik menjadi Rp65,7 triliun (+13% YoY).
August 31, 2026 147