🏷
Ketika Ilmu Berbuah Bakti
Ali bin Al-Husain rahimahullah adalah ulama yang sangat berbakti kepada ibunya.
Meskipun demikian, beliau tidak pernah makan bersama ibunya dalam satu nampan.
Pernah beliau ditanya:
❓ "Engkau dikenal sangat berbakti kepada ibumu, namun mengapa kami tidak pernah melihatmu makan bersamanya?"
Beliau menjawab:
💬 "Aku khawatir tanganku mendahului mengambil makanan yang sudah dilirik oleh matanya, sehingga aku menjadi anak yang durhaka".
💧 Diriwayatkan dari Anas bin An-Nadhir:
🌙 Bahwa ibu Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu pernah meminta air di suatu malam, lalu Ibnu Mas'ud pergi mengambilkannya.
🥤 Ketika beliau kembali membawa air, ternyata ibunya telah tertidur. Beliau pun memagang cawan air itu di dekat kepala ibunya hingga subuh.
🕋 Dzabyan bin Ali Ats-Tsauri adalah ulama yang sangat berbakti kepada ibunya. Suatu saat beliau pernah bepergian bersama ibunya ke Mekkah.
☀️ Ketika itu hari sangat panas, maka beliau menggali galian kecil, lalu membentangkan kain kulit dan menuangkan air di dalamnya.
Kemudian beliau berkata kepada ibunya:
💬 "Berendamlah di air ini agar dingin".
📚 Haiwah bin Syuraih rahimahullah ketika itu sedang mengajar.
Tiba-tiba ibunya memintanya untuk memberi pakan ayam ternak mereka.
🌾 Maka beliau pun berdiri meninggalkan majelisnya dan menuruti perintah ibunya.
🪴 Dikisahkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma memiliki seekor keledai yang biasa beliau gunakan ketika lelah berkendara, dan sorban yang sering beliau kenakan.
Suatu hari, ketika beliau sedang menunggangi keledainya lewat seorang arab badui.
Maka beliau bertanya:
Bukankah engkau Fulan bin Fulan?
Ia menjawab, “Benar.”
Maka beliau memberikan kepadanya keledainya seraya berkata, “Naikilah ini.”
Beliau juga memberikan kepadanya sorbannya dan berkata, “Ikatkanlah ini di kepalamu.”
🔹Salah seorang sahabat beliau terheran:
"Semoga Allah mengampunimu. Engkau memberi keledai yang menjadi tunggangan istirahatmu dan sorban yang engkau butuhkan kepada badui ini".
📝 Ibnu Umar menjelaskan:
Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya termasuk bakti tertinggi adalah berbuat baik kepada sahabat orang tua setelah wafatnya".
Dan dulu ayah orang ini adalah sahabat dekat Umar radhiyallahu ‘anhu.
🌴 Usamah bin Zaid radhiallahu anhuma memiliki pohon kurma di Madinah. Harga satu pohon kurma saat itu bisa mencapai seribu dinar.
🌱 Pada suatu hari, ibunya mengidam jummar (umbul inti batang kurma yang manis).
🪓 Maka Beliau langsung menebang pohon kurma produktif miliknya demi mengambil jummar tersebut.
❓ Ketika ditanya tentang alasannya, beliau menerangkan:
💬 "Tidak ada suatu hal pun yang diminta oleh ibuku dan aku sanggup melakukannya, melainkan pasti akan aku penuhi."
Allahu Akbar.
🪧 Kaum salaf tidak memandang berbakti kepada orang tua sebagai beban yang harus ditunaikan, tetapi sebagai kesempatan emas yang jangan sampai terlewatkan.
Inilah buah ilmu benar-benar hidup di dalam hati: membentuk kepribadian yang semakin dekat kepada Allah dan besar bakti kepada orang tuanya.
(Shahih Muslim: 2552; Zadul Mudznibin wa Rihlatut Taibin: 29-30).
https://t.me/Teladanumat
Forwarded fromTeladan Umat
2
1August 9, 2026 548 4