Ketika Nasihat Menjadi Ujian
Sering kali, seseorang diuji dengan apa yang ia sampaikan kepada orang lain.
Seorang penulis diuji dengan apa yang ia tuliskan. Seorang dai diuji dengan apa yang ia dakwahkan.
Sebab, tidak semua yang mudah kita sampaikan kepada orang lain, mudah pula kita jalankan sendiri.
Apa yang kita tuliskan dan dakwahkan menjadi nasihat bagi orang lain. Namun sejatinya, ia lebih dahulu menjadi pengingat dan tuntutan bagi diri kita sendiri.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash-Shaff: 2–3)
Maka teruslah berdoa kepada Allah agar memberikan kita kekuatan untuk mengamalkan apa yang kita sampaikan, keistikamahan dalam kebaikan, serta perlindungan dari segala fitnah dan ujian yang dapat menggoyahkan hati.
Farhan Fadilat Syah
Madinah, 09 Agustus 2026 | 26 Safar 1448 H
21August 9, 2026 1.3K 7