DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Suriah menghadapi tantangan baru dalam… — ARRAHMAH.ID — TG.ME

Forwarded fromARArrahmahvideo
DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Suriah menghadapi tantangan baru dalam upaya menyatukan kembali wilayahnya setelah kelompok Kurdi menyetujui pembubaran pasukan dan integrasi ke dalam struktur negara, sementara komunitas Druze di Provinsi Suwayda masih menolak menerima kendali pemerintah pusat di Damaskus. Perubahan tersebut menjadikan Suwayda sebagai wilayah utama yang belum sepenuhnya menerima otoritas pemerintahan Presiden Ahmad asy Syaraa.

Berbeda dengan Kurdi, situasi di Suwayda, wilayah mayoritas Druze di Suriah bagian selatan, masih jauh dari penyelesaian. Kelompok-kelompok Druze yang berpengaruh di wilayah tersebut belum menerima pengembalian penuh kendali keamanan kepada pemerintah pusat.

Dalam pernyataan yang dikutip Foreign Policy pada Juli 2026, al-Hijri menegaskan sikap kerasnya terhadap kendali Damaskus. “Suwayda akan berada di bawah kendali negara lain atau bergabung dengannya. Kami sedang memperjuangkan kemerdekaan,” kata Hikmat al-Hijri.
🔥4😁1
September 2, 2026 347 1 2