Siswi Korban Keracunan MBG di Berastagi Alami Hilang Ingatan… — 𝐈𝐍𝐅𝐎 𝐊𝐎𝐍𝐎𝐇𝐀 𝟐𝟒 — TG.ME

Siswi Korban Keracunan MBG di Berastagi Alami Hilang Ingatan, Keluarga Harap Perawatan Ditanggung

Kondisi Febiona Br Purba, siswi SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, yang menjadi salah satu korban dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), masih mendapat perhatian serius

Febiona dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah sebelumnya mengalami kejang dan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Bahkan, keluarga sebelumnya menyebut ingatannya sempat hilang hingga sekitar 70 persen

Kondisi terbaru febiola disampaikan orang tuanya, Elvinus Lusiana Sitanggang, 49 tahun, Senin (7/9)

Elvinus mengatakan, gangguan ingatan mulai terlihat ketika putrinya mengalami kejang dan dibawa ke RSU Haji

“Saat mengalami kejang dan dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, di situlah dia (F) mulai hilang ingatan. Sempat bibiknya datang dan dia tidak kenal. Kawan dan adiknya pun kalau datang dia tidak kenal,” ujar Elvinus

Setelah keluar dari RSU Haji Medan, Febiona sempat menjalani perawatan di rumah selama sekitar satu pekan Setelah itu, ia menjalani kontrol lanjutan di RSUP H Adam Malik

Namun, pada Sabtu (5/9), Febiola kembali mengalami kejang hingga akhirnya dilarikan ke RSU Amanda Berastagi. Ia menjalani perawatan selama dua hari sebelum kembali menjalani pemeriksaan di RSUP H Adam Malik

“Tadi pagi, Febiona sudah menjalani pemeriksaan Electroencephalography (EEG) di RSUP H Adam Malik. Kemudian, mendatangi Poliklinik Neurologi dan Psikiatri,” kata Elvinus

Menurutnya, kondisi ingatan Febiona kini mulai menunjukkan perkembangan.

“Kondisinya sekarang lidahnya agak masuk ke dalam. Kalau ingatannya sudah mulai pulih. Namun, masih nunggu hasil pemeriksaan dari dokter,” ujarnya

Sebelumnya, ayah Febiona, Icuk Sugiarto Purba, mengatakan putrinya telah menjalani perawatan di lima rumah sakit sejak 13 Agustus 2026

Perawatan tersebut dimulai dari RS Kabanjahe, RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP H Adam Malik, hingga RS Amanda di Kabupaten Karo.

Icuk mengatakan kondisi Febiona sempat sangat memprihatinkan. Putrinya bahkan disebut seperti anak berusia sekitar tiga tahun karena tidak mengenali orang-orang terdekatnya

“Ya semuanya dia lupa. Contohnya, teman-teman sekelasnya dia lupa. Waktu kami pulang dari rumah sakit Haji, dia bertemu sama adiknya, dan saya bapaknya dia sudah tidak kenal. Padahal mereka itu duduk sama-sama,” tutur Icuk

Keluarga juga mengaku kesulitan membiayai kebutuhan pengobatan Febiona. Mereka harus membeli susu khusus dua kali dalam sepekan dengan harga sekitar Rp180 ribu setiap pembelian. Selain itu, kebutuhan makanan dan vitamin Febiona juga harus disesuaikan dengan anjuran dokter.


“Kalau tidak ada pemasukan, tapi pengeluaran terus sampai kapan kalau begini terus. Saya tidak sanggup kalau melihat kondisi anak saya itu,” kata Icuk

Hingga kini, keluarga mengaku bantuan yang diterima berasal dari forum, sekolah, dan sejumlah sumbangan. Sementara bantuan langsung dari pemerintah disebut belum diterima

Icuk dan istrinya bahkan terpaksa berhenti bekerja untuk mendampingi Febiona menjalani pengobatan

“Kami sudah tidak kerja, kami mau makan dari mana kalau menjaga anak kami terus. Saya kerja buruh tukang kebun orang. Mamaknya jualan kerupuk dekat sekolah,” pungkasnya

Ia berharap pihak penyelenggara program MBG dan pihak terkait memberikan perhatian serta bertanggung jawab terhadap kondisi Febiona

“Semoga pihak-pihak tersebut bisa bertanggung jawab atas masalah ini. Agar memberikan perawatan dan pengobatan terbaik kepada anak saya, dan mengarahkan kepada dokter-dokter yang terbaik,” harap Icuk

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatra Utara, Herdensi Adnin, menyebut berdasarkan data sementara, terdapat 823 korban gangguan kesehatan dalam sejumlah kejadian terkait MBG sajak tahun 2025 hingga 2026

⭐️ GRUP BERITA LUARNEGERI
⭐️ GRUP PEMERSATU 💦
⭐️ DISKUSI P4RLAY
SPONSOR RESMI :
⭐️ AGENOLX ⭐️
SL#T DAN B0LA NO.1
GAC
September 8, 2026 230 3