Phillip Sekuritas IndonesiašŸ“© Market Review September 9, 2026 Indeks… — Phillip Sekuritas Indonesia Research — TG.ME

šŸ“©Phillip Sekuritas IndonesiašŸ“©
Market Review September 9, 2026
 
Indeks saham di Asia Rabu sore (9/9) mayoritas ditutup turun setelah harga minyak mentah jenis Brent memperpanjang kenaikan menjadi empat hari beruntun dan semakin mendekati USD100 per barel seiring meningkatnya intensitas serangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi.
 
Pada hari Selasa kelompok Houthi di Yaman yang didukung oleh Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah kota di Arab Saudi, semakin menyeret Arab Saudi ke dalam konflik AS-Iran.
Terkini, militer AS menghantam beberapa kapal tanker minyak milik Iran dan Iran menyerang sebuah pangkalan militer AS di Yordania.
 
Kekhawatiran akan inflasi telah membebani pasar saham global dalam beberapa minggu terakhir dan mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi karena investor memperhitungkan kemungkinan lebih besar akan pengetatan kebijakan oleh bank sentral.
 
Kekhawatiran akan terus berlanjutnya gangguan pasokan bahan energi akibat konflik di Selat Hormuz telah memicu spekulasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) akan menaikkan suku bunga minggu depan.
 
Para pelaku pasar kini memperkirakan adanya 60% peluang untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Federal Reserve bulan ini, sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan sehari sebelumnya.
 
Lebih lanjut, bank sentral Eropa (ECB) hampir pasti akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada hari Kamis, sementara Bank of Japan (BOJ) kemungkinan akan melakukan langkah serupa pekan depan.
 
Dari sisi ekonomi, investor mencerna rilis data Inflasi (CPI dan PPI) Tiongkok.
Data Consumer Price Index (CPI) memperlihatkan Inflasi Utama naik 0,8% (y/y) di bulan Agustus dari level terendah dalam enam bulan, 0.5% Y/Y di bulan sebelumnya, sejalan dengan perkiraan pasar.
 
Harga barang non-pangan naik dengan laju yang lebih cepat didorong oleh lonjakan biaya transportasi akibat kenaikan harga bahan bakar dan meningkatnya permintaan terkait perjalanan.
Di sisi lain, harga bahan pangan turun selama lima bulan beruntun, tertekan oleh penurunan lebih lanjut harga daging babi akibat pasokan yang melimpah dan lemahnya tingkat konsumsi.
Inflasi Inti (Core CPI) naik 1.0% Y/Y, meningkat dari level terendah dalam enam bulan, 0.9% Y/Y di bulan Juli.
 
Data Producer Price Index (PPI) memperlihatkan bahwa inflasi di level produsen naik 3,8% Y/Y di bulan Agustus dari angka terendah dalam tiga bulan terakhir, 3.5% Y/Y dan melampaui perkiraan pasar, 3.7% Y/Y seiring dengan terus naiknya harga bahan energi akibat gangguan di Selat Hormuz.
 
Dari dalam negeri, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) meningkat untuk pertama kalinya dalam empat bulan, menjadi 118.5 pada Agustus 2026 dari 116.8 pada bulan sebelumnya, yang merupakan level terendah sejak April 2025.
 
Angka IKK bulan Agustus ini adalah yang tertinggi sejak Mei, sebagian besar didorong oleh penilaian yang lebih baik terhadap kondisi ekonomi saat ini.
 
šŸ“Œ Statistik 
IHSG: 6,678.201 | -8.241 poin | (-0.12%)  
Volume (Shares) : 34.506 Billion 
Total Value (IDR) :16.167 Trillion
Market Cap (IDR) : 11,700.143 Trillion
Saham naik : 308
Saham turun: 317
 
šŸ“Š Sektor Penekan (Bloomberg)
Finansial      : -4.475
Siklikal       : -3.183
Non Siklikal   : -1.768
 
Top Gainers:
AADI :12,450| +700 | +5.96%
ALKA :4,530 | +410 | +9.95%
INDY :3,120 | +310 | +11.03%
ABDA :5,200 | +250 | +5.05%
AMMN :4,910 | +240 | +5.14%
 
Top Losers:
SINI :14,250 | -825 | -5.47%
GGRM :19,750 | -400 | -1.99%
ITMG :26,550 | -200 | -0.75%
SMAR :6,500 | -200 | -2.99%
ADES :31,325 | -175 | -0.56%
 
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB.  
Melalui Zoom Webinar:  https://bit.ly/PhillipWebinar
*Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.
ā¤1
September 9, 2026 391 1