Phillip Sekuritas Indonesia
JCI Indication (September 3, 2026)
Bullish
Support: 6,470; Resistance: 6,720
Indeks saham di Asia Kamis pagi (3/9) dibuka menguat mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall street semalam yang mengakhiri penurunan selama tiga hari beruntun.
Investor memantau perkembangan terkini dri perang AS- Iran sambil mencari saham atau sektor yang sudah menunjukkan jenuh jual (oversold) selama penurunan beberapa hari terakhir ini.
Kekhawatiran kembali meningkat seiring dengan memanasnya situasi di Timur Tengah setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan, terbesar sejak bulan Juli. Eskalasi ini mengancam akan memperparah konflik yang telah berlarut-larut sejak AS melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasuries) bertenor 10 tahun berakhir turun 1 bps menjadi 4.78% setelah sempat mencapai 4,82%, tertinggi sejak November 2023 di awal sesi perdagangan
Lonjakan biaya pinjaman di berbagai negara maju telah memperdalam kekhawatiran mengenai kebijakan moneter yang lebih ketat dan memburuknya kondisi fiskal.
Menjelang pertemuan kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve) pada tanggal 15 hingga 16 September, investor mencermati rilis data ekonomi AS untuk mendapatkan petunjuk apakah perekonomian AS masih cukup kuat guna membenarkan pengetatan kebijakan moneter.
Pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) dan bank sentral Jeoang atau Bank of Japan (BOJ) juga akan dicermati dengan saksama oleh investor untuk menilai sejauh mana bank-bank sentral utama siap memperketat kebijakan sebagai respons terhadap risiko inflasi yang terus berlanjut.
Dari sisi ekonomi, data ADP Employment Change memperlihatkan sektor swasta di AS menambah 38,000 pekerja di bulan Agustus, lebih rendah dari penambahan sebanyak 46,000 di bulan sebelumnya dan ekspektasi pasar yang bertambah 48,000. Secara umum, data ini merefleksikan adanya perlambatan di pasar tenaga kerja AS.
Data Factory Orders memperlihatkan pesanan baru untuk barang-barang yang diproduksi di AS naik 0.9% M/M di bulan Juli, pulih dari penurunan 0.2% M/M di bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar yang naik 0.6% M/M.
News
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 17.5% menjadi IDR 31.18 triliun di semester I 2026.
PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) mencatatkan penyusutan laba bersih sebesar 37.8% menjadi IDR 18.86 miliar di semester I 2026.
PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan peningakatan laba bersih sebesar 511.01% menjadi IDR 14.97 miliar di semester I 2026.
Technical Recommendations (Swing Trading)
BDMN
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 4330
Target Price 1 : 4490 (+3.70%)
Target Price 2 : 4610
Stop Loss : 4180 (-3.46%)
NSSS (Sharia)
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trading Buy : 885
Target Price 1 : 990 (+11.86%)
Target Price 2 : 1070
Stop Loss : 790 (-10.73%)
Sell on Strength (SoS)
LSIP: September 2, 2026
Hit Target 1 1590 (+6.71%)
Ikuti Phillip Morning Webinar setiap hari bursa pukul 08.30 WIB melalui Zoom https://bit.ly/PhillipWebinar
Pembukaan rekening: https://www.poems.co.id/Home/OpenAccount
Disclaimer on | Customer Care: 021-57900900.
www.poems.co.id
Zoom
Join our Cloud HD Video Meeting
Zoom is the leader in modern enterprise cloud communications.

1September 3, 2026 564