Kami menyadari bahwa dalam proses bekerja CIS terdapat banyak suara… — Catalyst International School [MEMORIES] — TG.ME

Kami menyadari bahwa dalam proses bekerja CIS terdapat banyak suara yang selama ini tidak tersampaikan secara langsung. Baik karena rasa sungkan, ketakutan untuk di-judge, maupun ketidaknyamanan karena sebelumnya tidak didengar. Munculnya keberanian untuk berbicara merupakan sinyal penting bagi kami bahwa terdapat persoalan mendasar yang perlu ditinjau ulang secara serius, walaupun caranya tidak benar. Berdasarkan berbagai sudut pandang yang kami terima, terdapat beberapa pola permasalahan yang perlu kami akui dan jadikan bahan evaluasi bersama, antara lain: 1. CIS seharusnya menjadi ruang belajar yang mendorong anggota untuk bertanya dengan berdiskusi sehingga dapat berkembang. Tapi pada praktiknya di lapangan, terdapat pengalaman di mana pertanyaan justru dibalas dengan nada sarkastik atau merendahkan sehingga menimbulkan rasa takut dan enggan untuk berpartisipasi pada kegiatan CIS, dan sampai muncul rasa ingin keluar. 2. Kami mengakui bahwa pengelolaan emosi dan kondisi personal pimpinan dalam beberapa situasi telah berdampak langsung pada jalannya organisasi. Masalah pribadi yang terbawa ke ranah organisasi diperubahan suasana kerja akibat emosi terutama dikeputusan yang diambil dalam kondisi tidak stabil telah menciptakan lingkungan yang tidak kondusif dan menurunkan rasa aman anggota. 3. Terdapat ketidaksiapan dalam perencanaan sistem trainee, mulai dari perekrutan, pembagian task, penentuan deadline, hingga mekanisme penilaian yang dapat dibilang terbuat secara tiba-tiba tanpa persiapan oleh beberapa pihak. Beberapa tugas diberikan secara mendadak sehingga mengulur waktu, atau tanpa bimbingan yang memadai. Hal ini menimbulkan kebingungan dan membuat trainee terus menunggu hingga larut, terutama rasa tidak adil bagi peserta yang sebenarnya ingin belajar dari nol. 4. Minimnya inisiatif ataupun pendampingan dari admin CIS membuat banyak anggota kesulitan memahami alur kerja dan menimbulkan komunikasi terpusat pada segelintir individu, sementara anggota lain merasa tidak terlayani dan tidak dibimbing. 5. Peneguran yang dilakukan secara terbuka di grup utama/team/trainee tanpa pendekatan personal terlebih dahulu melalui bot atau RC telah menimbulkan rasa malu dan tidak nyaman. CIS seharusnya memiliki mekanisme peneguran yang manusiawi dan dapat mendidik tanpa menjatuhkan atau mempermalukan. Inkonsistensi Aturan dan 6. Ketidakkonsistenan antara peraturan tertulis dan praktik di lapangan serta hak untuk mengundurkan diri, telah menimbulkan kebingungan dan perasaan terjebak bagi sebagian anggota. Tidak diberikannya ruang yang jelas bagi anggota yang ingin keluar secara baik-baik juga menjadi catatan penting dalam evaluasi kami. Atas seluruh hal tersebut, kami menyatakan bahwa CIS belum sepenuhnya menjalankan nilai profesionalitas di dunia edukasi dan beretika sebagaimana yang seharusnya. Kami menerima bahwa rasa tidak nyaman dari ketakutan yang meninbulkan kelelahan mental serta kekecewaan yang dirasakan oleh banyak pihak adalah konsekuensi dari sistem dan sikap yang perlu segera dibenahi. Founder CIS (AK) secara pribadi mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan emosi dari komunikasi serta pengambilan keputusan. Founder CIS (AK) menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh pihak yang terdampak. Permohonan maaf ini dijadikan langkah awal untuk bertanggung jawab dan berubah, tidak dimaksudkan sebagai penutup masalah. Kami menyadari bahwa kepercayaan tidak dapat dipulihkan hanya dengan pernyataan, melainkan dengan perubahan nyata yang telah diminta sebelumnya oleh beberapa pihak. Sehingga seluruh masukan yang telah disampaikan akan dijadikan dasar evaluasi dan pembenahan menyeluruh. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berani bersuara. Keberanian tersebut menjadi cermin bagi kami untuk berbenah dan introspeksi diri. Atas perhatian, pengertian, dan kerja sama seluruh pihak, kami ucapkan terima kasih.

January 11, 2026 5.6K 1 7